Blogger Eksis, Siapa Takut?
Gelombang : 28
Bismillahirrohmanirrohim. Assalamualaikum Warahmatullohi Wabarakatuh.
Salam sehat dan bahagia sahabat Periang (Pembelajar Riang).
Pertemuan malam ini adalah pertemuan ke 8 KBMN PGRI. Yang luar biasa dari pertemuan kali ini adalah diselenggarakan via zoom, beda dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya yang diselenggarakan via WAG. Excited, karena bisa bertatap muka dengan narasumber dan peserta KBMN se-Nusantara. Tapi sayang seribu sayang, gak sampai 10 menit gabung di zoom, tak dinyana wify ngadat dan kuota sekarat. Dan akhirnya, saya pun terpaksa menonton siaran ulangnya di youtube sebagai bahan resume kali ini.
Dengan dimoderatori Bapak Sigid PN., S.H dan narasumber Bapak Drs. Dedi Dwitagama, M.Si., pertemuan yang mengangkat tema "Komitmen Menulis di Blog" berlangsung seru dan bertabur ilmu. Bagaimana tidak, narasumber kali ini adalah suhu di dunia per-blog-an. Beliau mengelola 14 blog dan sampai saat ini setidaknya sudah memposting 7 rb postingan. Jika sahabat Periang penasaran dengan sosok Pak Dedi, monggo googling!
Di awal pertemuan Pak Dedi menyentil kami dengan membandingkan seorang guru berprestasi atau bahkan profesor yang kalah populer dengan sandal jepit. Coba saja searching sandal jepit di google, maka kita akan mendapatkan berbagai informasi mengenai sandal jepit dari yang ber-merk sampai yang bolong pun ada. Akan tetapi jika kita mengetikkan nama guru berprestasi, profesor favorit atau bahkan nama kita sendiri di pencarian google, akankah kita mendapatkan informasi mengenai itu? Sering kali tidak. Miris memang, prestasi dan karya yang dibanggakan dan seharusnya menjadi pembelajaran buat generasi setelahnya tak tecatat secara digital dan kemungkinan terancam luluh lantak tak berbekas tergilis zaman.
Pak Dedi menuturkan bahwa jumlah guru di Indonesia sekitar 3,31 juta orang, tapi dari sekian banyak guru tersebut hanya sedikit yang menjadi guru hebat. Mengapa? Menurut Pak Dedi ada beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut, antara lain:
- Tidak produktif. Produktif itu kalau apa yang kita lakukan mendatangkan hasil dan memberi manfaat. Yang penting produktif dulu, prihal apa yang kita lakukan itu akan menjadi buku, blog atau menghasilkan cuan itu masalah nanti. Jika kita secara konsisten mengerjakan sesuatu, maka lama-lama kita akan menjadi ahli. Dan keahlian itulah yang mendatangkan cuan. Bukan kita yang mencari pekerjaan tapi pekerjaan yang mencari kita.
- Minimalis, seragam. Mayoritas guru di Indonesia suka melakukan hal-hal minimalis. Sering kali kita mendengar ucapan "ah ngapain macam-macam, gaji juga sama saja, yang penting datang tepat waktu, pulang tepat waktu, pakai baju seragam sudah cukup". Untuk jadi guru hebat, keluarlah dari zona nyaman keseragaman minimalis itu.
- Terlalu serius. Apakah kita terlalu serius bekerja, sehingga tidak punya waktu untuk mengembangkan diri? Produktivitas guru banyak terkuras untuk hal-hal yang sifatnya administratif (menyusun silabus, RPP, bahan ajar dan hal administratif lainnya), padahal ukuran produktivitas di zaman sekarang bukan hanya itu. Produktivitas itu tentang bagaimana seseorang memiliki visi, ide, melakukan pengembangan, perencanaan, melakukan hal-hal secara efisien dan berkomunikasi sehingga akhirnya menjadi sukses. Jika kita produktif tentu akan percaya diri karena kita punya ''sesuatu' untuk dijual.
Ingin menjadi orang hebat? Mulailah dengan menulis di blog. Mengapa blog? Instagram, twitter, facebok mungkin memiliki space yang terbatas untuk mengemukan opini atau ide secara detail, tapi lewat blog, bisa. Jadilah blogger yang konsisten. Berikut tips menjadi blogger konsisten ala Pak Dedi:
- Tentukan tujuan. Apa yang ingin ditulis di blog? Ada banyak topik yang bisa diangkat, mulai dari masak memasak, kegiatan pembelajaran, cerpen, puisi sampai cerita mengenai hal-hal remeh di sekeliling kita. Jika anda kesulitan menentukan fokus, tulis saja apa yang ingin ditulis, seiring jalan kita akan menemukan sendiri apa yang menjadi
- Buatlah outline (ide pokok). Seiring waktu jika sudah mahir, hal ini bisa di-skip.
- Jika sudah punya ide segera tulis, jangan ditunda, jangan dibiarkan menguap tak berarti.
- Selesaikan tulisan tersebut. Jika kesulitan menulis, tulis yang pendek saja yang penting selesai.
- Upload dan publish. Jangan ragu. Kita tak pernah tahu, hal yang terlihat remeh buat kita, bisa jadi bermanfaat buat orang lain.
- Ikuti komunitas blogger. Dengan tergabung dalam komunitas, kita membangun relasi, mengais ilmu dari blogger-blogger lain.
- Baca tulisan orang lain (blogwalking) untuk menggali ide.
- Konsisten menulis blog. Menulis lagi dan lagi.
- Perkenalkan diri anda pada dunia lewat tulisan.
Inspiring. Pesan yang saya tangkap dari pemaparan panjang pak Dedi adalah "Ciptakan jejak digitalmu sendiri". Bukankah Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang dan manusia mati meninggalkan nama. Tidak perlu seagung Gajah Mada, sejenius Albert Einstein atau sekaya Bill Gates untuk masuk dalam pencarian google, cukup dengan menjadi blogger eksis, namamu akan terpatri di jagat maya. Jadi sahabat Periang, ayo mulai aksimu "One day, one post"!

.jpeg)
.jpeg)
Luar biasa, b gru!
BalasHapusTerima kasih. Semangat.
HapusMari lanjutkan bu...udah kayaq pak dedi aj ibu ni👍
BalasHapusLanjuuuuut...
HapusMantap bun, tetap semangat 👍
BalasHapusTerima kasih. Semangat.
HapusMantap..
BalasHapus