Kiat Jitu Menerbitkan Buku dari Karya Ilmiah ala Mr. Yons
Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI
Gelombang : 28
Bismillahirrohmanirrohim. Assalamualaikum Warahmatullohi Wabarakatuh.
Salam sehat dan bahagia sahabat Periang (Pembelajar Riang).
"Jangan biarkan mata pena kita mengering menguap tak berarti. Disinilah kita para satria pena berkomitmen dan konsisten untuk terus berkarya".
Nah, sahabat Periang punya skripsi, tesis, atau karya ilmiah? Ingin membuatnya menjadi buku, tapi bingung bagaimana caranya? Yess, ulasan berikut ini sangat pas untuk disimak. Baca, yuk!
Nah terlebih dahulu, tahukah sahabat Periang karya tulis yang bagaimana yang tergolong KTI (Karya Tulis Ilmiah)?
- KTI bidang akademis untuk mendapatkan gelar : tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi
- KTI hasil penelitian : PTK, PTS, best practice, makalah, artikel, jurnal
- KTI berupa ulasan atau resensi
- Buku Bahan Ajar : diktat, modul, buku ajar, buku referensi
- Buku Pengayaan : monografi, buku teks, buku pegangan, buku panduan
- Buku kompilasi : bunga rampai, prosiding
Lantas, bagaimana struktur penulisan KTI ?
Struktur di atas umumnya dijadikan sebagai standar dalam menyusun bab-bab dalam KTI, meskipun untuk KTI sejenis skripsi, tesis, desertasi, tugas akhir memiliki gaya yang berbeda di setiap kampus.
- Secara subtansi isi, tidak ada perbedaan isi laporan KTI dengan isi buku hasil konversinya. Karena sejatinya isi buku mencerminkan keseluruhan isi laporan KTI.
- Secara sistematika, gaya penulisan KTI dengan penulisan buku tentu berbeda. Ada penyesuaian-penyesuaian sistematika KTI yang dikonversi menjadi buku dengan tujuan agar kesannya tidak kaku. Misalnya penomoran tiap sub bab-sub bab.
- Secara Bahasa, meski sama-sama ilmiah, hasil konversinya tentu harus dimodifikasi sehingga bahasa dalam buku lebih luwes, bersifat lugas dan tidak lagi mencantumkan kata-kata seperti penelitian ini, peneliti, teman sejawat dan penulis.
Bagaimana cara mengkonversi KTI menjadi buku?
1) Memodifikasi judul
Berikut ini contoh perubahan judul KTI menjadi buku,
KTI Nonbuku yang berupa laporan hasil penelitian umumnya ditulis dengan sistematika dan penomoran yang baku. Nah, pada saat laporan tersebut dikonversi menjadi buku, maka harus dimodifikasi gayanya sesuai dengan gaya penulisan buku. Tidak tampak lagi adanya sub bab-sub bab yang membuat isi buku seolah-olah terpisah-pisah. Modifikasi tersebut meliputi :
a. Modifikasi Bab I
Adapun secara struktur, tidak diperlukan lagi sub bab - sub bab seperti latar belakang, permasalahan, tujuan, manfaat dalam bentuk angka-angka karena fokusnya mengeksplorasi latar belakang.
b) Modifikasi Bab II
- Bab II Moivasi Belajar
- Bab III Pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi
- Bab IV Pembelajaran Kooperatif
- Bab V Model Pembelajaran Every One si Teacher Here
c) Modifikasi Bab III
Substansi bab III sebenarnya lebih terfokus pada metode, teknik pengumpulan data (instrumen) serta analisis data. Jika berupa PTK berisi langkah-langkah tindakannya. Alternatif tindakan yang dapat diterapkan pada bab III yaitu:
- Menghilangkan bab III, maksudnya keseluruhan isi bab III dihilangkan, karena isi bab III sebenarnya bisa dicermati dari isi pembahasannya
- Include bab III pada KTI ke dalam bab II pada buku konversi, maksudnya konsep pokok terpenting dari bab III digabung dalam bab II.
- Menarasikan bab III pada KTI di awal bab pembahasan pada buku konvesi, maksudnya menyampaikan substansi isi bab III sebagai awal pembahasan. Sebagai contoh,
Namun narasi tersebut butuh kehati-hatian. Jika untuk kepentingan kenaikan pangkat bagi guru ASN, maka narasi tersebut perlu dipertimbangkan untuk dicantumkan.
d) Modifikasi Bab IV
e) Modifikasi Bab V
f) Modifikasi Lampiran
Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan saat mengkonversi KTI menjadi buku ?
- Keaslian laporan hasil penelitian. Tindakan plagiat tidak dibenarkan. Karya seperti PTK memang kadang tidak dicek keasliannya. Namun saat diterbitkan menjadi buku, maka penulis harus yakin betul bahwa karya yang akan diterbitkan memang original merupakan karya penulis sendiri.
- Hindari kompilasi yang terlalu banyak. Saat penulis menerbitkan buku dari hasil KTI-nya secara otomatis dia sedang menyuguhkan bahan pustaka kepada pembaca. Karena itu, pendapat pada ahli yang mendukung substansi ini perlu diminimalisir dengan cara di-include, sisanya dapat dikembangkan dengan analisis dari sudut pandang penulis. Kegatan sekedar meng-copas pendapat asli para pakar perlu dihindari dengan mengubah gaya penulisan kutipan.
- Pilih dan pilah data yang dipublikasikan. Data yang disajikan adalah data matang agar buku berbobot dan tidak bombastis.
- Modifikasi bahasa buku. Hindari pemakaian penanda transisi, misalnya: menurut hal itu, sesuai dengan pendapat, lebih lanjut si A menyatakan, berdasarkan hal tersebut, penelitian ini, peneliti dan penulis
- Hindari pengambilan sumber kutipan berantai atau pendapat yang kurang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.
- Wajib menuliskan semua daftar pustaka yang dipakai sebagai rujukan dalam buku untuk mendukung keabsahan buku.
- Perhatikan kaidah penyusunan buku ber-ISBN, khususnya jika buku akan diajukan sebagai bahan penilaian kenaikan pangkat ASN.







Ayooo..terus menulis agar bisa jdi buku💪
BalasHapusLagi kurang fokus karena fisik kurang fit, mik. 😔
HapusBrapa biaya dan syarat untuk menerbitkan kti ?
BalasHapusSaya punya Tesis
Besok kita diskusikan d sekolah ya.. he..
HapusLuar biasa, b gru
BalasHapusSemangat terus....💪💪
BalasHapus