Tantangan sang Mayor
Gelombang : 28
Bismillahirrohmanirrohim. Assalamualaikum Warahmatullohi Wabarakatuh.
Salam sehat dan bahagia sahabat Periang (Pembelajar Riang).
Karena badan kurang fit, tanpa sengaja saya melewatkan pertemuan ke 6 KBMN PGRI. Untung saja belajarnya via WAG, jadi saya masih sempat membuat resume walaupun tidak mengikuti sesi belajar langsung. Tapi saya blank, belum ada inspirasi. Bolak-balik blogwalking, inspirasi gak datang-datang. Ya sudahlah, tulis sajalah apa yang mau ditulis. Toh, seperti yang dikatakan Ibu Kanjeng, setiap tulisan memiliki takdirnya. Jadi biarkanlah tulisan ini menemukan takdirnya sendiri.
Kelas belajar kali ini mengambil tema "Menulis Buku Mayor dalam Dua Minggu". Bombastis. Satu kata yang tepat untuk menggambarkan tema kelas belajar kali ini. Bagaimana tidak, menulis buku biasa dalam waktu 2 minggu saja sudah luar biasa apalagi sampai bisa lolos seleksi penerbit mayor. Memang bisa? Eits.., jangan inscure dulu sahabat Periang, seperti kata pepatah "Di mana ada kemauan di situ ada jalan". Tidak percaya? Atau tertarik menjadi penulis yang bukunya mejeng di toko buku seluruh Indonesia? Simak ulasan berikut, trik sukses menulis buku mayor dalam dua minggu, langsung dari pakarnya. Check it out!
Pertemuan kali ini luar biasa karena moderator maupun narasumbernya merupakan tokoh dari sukses menulis buku mayor dalam dua minggu. Waow. Penasaran siapa orangnya? Siapa lagi kalau bukan Bu Aam Nurhasanah. Bu Aam adalah alumni KBMN 12 yang sukses menulis buku mayor dalam dua minggu. Beliau pernah menjadi narasumber pada pertemuan ke 3, yang ulasannya saya beri judul "Bu Aam Bukan Kartini", sudah baca belum? Kalau belum, kepoin, yuk!
Namun untuk kali ini Bu Aam bukan sebagai narasumber, tapi sebagai moderator. Lantas narasumbernya siapa? Narasumber pada pertemuan kali ini adalah orang yang berada di balik layar suksesnya Bu Aam yaitu Prof. Richardus Eko Indrajit, yang akrab dipanggil Prof. Ekoji. Wah, bakal panen ilmu, nih.
Selayang Pandang Prof. Ekoji
- Prof. Ekoji gemar menulis sejak SD, tapi tulisan beliau pertama kali dimuat di majalah saat SMP.
- Alasan Prof. Ekoji senang menulis adalah karena ingin membagi ide, pemikiran, gagasan, dan cerita kepada orang lain. Berawal dari senang menulis, lama-lama jadi ketagihan.
- Sampai saat ini Prof Ekoji sudah menelurkan 121 buku mayor. Buku mayor adalah buku yang diterbitkan penerbit nasional dan di pajang di toko buku seluruh Indonesia (Karena banyaknya buku mayor yang sudah beliau hasilkan, tidak salah jika kiranya saya pribadi menjuluki beliau sang Mayor).
- Buku mayor pertama Prof. Ekoji terbit tahun 2000.
- 10 buku pertama yang ditulis Prof Ekoji adalah bunga rampai. Setiap buku terdiri dari 50 artikel yang berisi topik-topik yang lagi tren.
- Prof. Ekoji sudah menulis 623 artikel dalam bahasa Indonesia maupun bahasa inggris. Waow. Fantastis
- Hal lain yang membuat motivasi menulis Prof. Ekoji menjadi lebih besar adalah karena banyaknya SMS (dulu belum ada WA) yang mengucapkan terima kasih atas buku yang dibuat. Hal tersebut tentu membesarkan hati dan membuat beliau merasa hidupnya berguna untuk orang lain.
- Prof. Ekoji tidak menduga ketika begitu banyak oraang yang membeli bukunya. Sampai akhirnya beliau jadi ketagihan menulis.
- Tanggal 16 Maret 2020, saat berlaku BDR, Prof. Ekoji memutuskan untuk membuat channel youtube EKOJI CHANNEL. Setiap hari beliau membuat satu video youtube berisi hal-hal berkaitan dengan PJJ (karena sedang menjadi pembicaraan nasional). Beliau membuat video youtube dengan judul aneh-aneh, seperti gamification, flipped classroom, collaborative learning, metaverse, IOT, big data, dan lain sebagainya.
- Yuk, intip profil Prof. Ekoji!
Tips sang Mayor
- Jika ingin menuliskan buku yang diterbitkan penerbit mayor, maka kita harus mengikuti kebutuhan pasar. Kita menulis untuk orang lain, bukan untuk diri kita.
- Tidak perlu berfikir panjang-panjang dulu. Mulai dari satu hal yang sederhana. Jangan menuliskan sesuatu yang kita tidak mengerti dan tidak ada sumber referensinya.
- Carilah judul yang anti mainstream. Kalau yang biasa-biasa saja, biasanya penerbit mayor tidak tertarik menerbitkannya. Contoh judul-judul yang banyak dibutuhkan sekolah-sekolah jaman sekarang yaitu :
- Classroom Design and Management
- Community Based Learning
- Computer-Based Assessment
- Competency-Based Learning
- Computer-Adaptive Assessment
- The 21st Century Learning Skill
- Isi atau konten menarik dan disampaikan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar.
- Semuanya dimulai dari mimpi, jadi ayo bermimpi menerbitkan buku, karena mahkota seorang penulis adalah menerbitkan buku.
Tantangan sang Mayor
"Saya lebih senang mengajak rekan-rekan guru untuk berjalan bersama, bukan sekedar berdiskusi. Kebanyakan orang senangnya berdiskusi dan takut ekskusi Kalau saya terbalik, langsung ekskusi di bawah bimbingan saya, baru kita berdiskusi nanti kalau ada hambatan" tutur Prof. Ekoji.
Dari apa yang dipaparkan, Prof. Ekoji adalah tipikal orang yang langsung praktik, jika nanti dalam proses praktiknya beliau menemukan kesulitan barulah beliau akan berdiskusi untuk mendapatkan jalan keluar atas permasalahan yang dialami.
Prof. Ekoji berpendapat bahwa seharusnya suatu workshop menulis bertujuan agar pesertanya bisa menulis bukan sekedar tahu caranya menulis.
Karena itu, untuk membuat peserta KBMN PGRI bisa menulis, Prof. Ekoji langsung mengajak peserta KBMN praktik menulis melalui tantangan menulis buku mayor dalam dua minggu, tentunya dengan pendampingan Prof. Ekoji.
Pada KBMN sebelum-sebelumnya, Prof Ekoji biasanya meminta peserta menonton tayangan youtubenya dan menuliskan apa saja yang dipaparkan di tayangan tersebut. Dengan diberikan tambahan refrensi untuk memperkaya konten dan pendampingan dari Prof. Ekoji, peserta tantangan harus mampu menyelesaikan buku dalam dua minggu.
Namun, tantangan KBMN kali ini sedikit berbeda dengan yang sudah-sudah. Prof Ekoji menawarkan 50 tema untuk dijadikan buku dalam dua minggu. Peserta dipersilahkan memilih tema mana yang mau diangkat menjadi buku. Buku yang sudah jadi kemudian diajukan ke penerbit mayor. Jika lulus seleksi maka buku akan diterbitkan dan dapat mejeng di toko buku seluruh Indonesia. Mantap.
Nah, apakah sahabat Periang siap menyambut tantangan menulis buku mayor dalam dua minggu? Saya sendiri, siapkah?
Siap, tidak, siap, tidak, siap, tidak...(Gamang, sambil mencabut kelopak bunga mawar).



Resumenya kreeen, b gru...
BalasHapusLanjutkan bu mayoor..π
BalasHapusSiap pak... mayor.. π
HapusSemangat menghadapi tantangan sang Mayorπͺπͺ
BalasHapus