Yuk, Menulis Buku Ajar dengan Riang!


  Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI

Gelombang : 28
Resume Ke : 19
Hari,Tanggal : Senin, 20 Februari 2023
Tema : Menulis Buku Ajar
Narasumber : Dr. Mudafiatun Isriyah, M.Pd.
Moderator : Mutmainah


Bismillahirrohmanirrohim. Assalamualaikum Warahmatullohi Wabarakatuh. 

Salam sehat dan bahagia sahabat Periang (Pembelajar Riang).  

"If you can’t explain it simply, you don’t understand it well enough”
“Jika Anda tidak bisa menjelaskannya secara sederhana, Anda tidak memahaminya dengan cukup baik.” (Albert Einstein)
Quote di atas sudah lama membuat saya galau. Why? Sebagai seorang guru, tuntutannya tentu kita harus memahami materi pelajaran yang kita ampu. Nah, berdasar quote di atas, jika suatu materi ajar tidak bisa dijelaskan secara sederhana, maka kita belum bisa dikatakan memahami materi ajar tersebut. Yang berarti, profesionalisme kita sebagai guru mungkin perlu dipertanyakan. 
Permasalahannya adalah, ketika kita mengampu mata pelajaran yang cenderung memiliki tingkat kesukaran tinggi misal mapel Fisika, Kimia dan Matematika (saya sendiri mengampu mata pelajaran Fisika). Ada konsep-konsep tertentu yang memang lebih rumit ketimbang materi lainnya, bagaimana cara menyederhanakan konsepnya? Yach, sejauh ini yang sudah saya lakukan adalah berusaha menjelaskan konsep tersebut dengan bahasa yang sederhana. Namun ternyata itu saja tidak cukup, karena apa yang kita jelaskan di kelas sering kali terlupakan jika tidak dipelajari ulang di rumah. Tapi kemudian yang jadi kendala saat mengulang pelajaran di rumah adalah buku ajar yang ada saat ini cenderung menggunakan bahasa yang rumit yang susah dipahami siswa. So, akan lebih baik jika buku ajar yang digunakan siswa disusun sendiri oleh guru mapel, karena tentunya guru tersebutlah yang lebih tahu daya serap siswanya.
Dengan dimoderatori oleh Ibu Mutmainah dan narasumber Ibu Dr. Mudafiatun Isriyah, M.Pd., pertemuan kali ini mengangkat tema "Menulis Buku Aja". Tema yang pastinya sangat penting untuk dipelajari oleh seorang guru/dosen.  So, untuk Bapak/Ibu guru/dosen, materi kali ini pantang untuk dilewatkan. Tapi sebelum kita simak pemaparan materinya, intiip profil narasumber, yuk!


Apa Beda Bahan Ajar dan Buku Ajar?

Bahan Ajar merupakan segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/dosen dan mahasiswa/murid dalam kegiatan belajar mengajar. Bahan ajar dapat berupa bahan tertulis maupun tidak tertulis yang disusun secara sistematis, sehingga dapat tercipta lingkungan dan suasana yang memungkinkan peserta didik untuk belajar. Sedangkan buku ajar merupakan buku ilmiah berupa uraian materi pembelajaran yang disusun secara logis dan sistematis dengan bahasa yang lugas yang digunakan dosen dan mahasiswa dalam pembelajaran (Pannen & Purwanto, 2001).

Mengapa Menyusun Buku Ajar Sendiri Itu Penting? 

Buku ajar yang disusun sendiri oleh guru memiii beberapa keutungan baik itu keuntugan bagi siswa maupun bagi guru itu sendiri. Keuntungannya bagi siswa antara lain:
  • Guru lebih banyak waktu untuk memberi bimbingan kepada siswa/mahasiswa
  • Siswa dapat belajar sekalipun tidak ada guru
  • Siswa dapat belajar kapan dan di mana saja
  • Siswa tidak terlalu tergantung kepada guru sebagai satu-satunya sumber informasi
  • Siswa bisa belajar dengan kecepatan masing-masing sesuai dengan potensi
Adapun keuntungan menyusun buku ajar bagi guru antara lain: 

  • Promosi dan kenaikan pangka
  • Mendapatkan insentif dan Finansial-Royalty. Menyusun buku ajar dapat mendatangkan keuntungan secara finansial dari hasil penjualan buku.
  • Eksistensi diri. Melalui penyusunan buku ajar seorang guru mengukuhkan keberadaannya sebagai seorang profesional di bidang yang diampunya.
  • Media ekspresi. Melalui buku ajar, seorang guru menyampaikan ide atau sudut pandangnya dalam menjelaskan suatu  konsep.
  • Branding personal dan Institusi. Berhasil menyusun buku ajar akan menjadi prestise tersendiri buat seorang guru/dosen maupun institusi tempatnya bernaung.
  • Penguatan keilmuan. Dalam proses pembuatan buku ajar, seorang guru tentunya akan menggali lebih dalam suatu konsep dan mencari cara menjelaskan konsep tersebut dengan cara yang lebih mudah dipahami oleh siswa

Jenis-jenis Buku Ajar 

1. Buku Ajar

Buku ajar merupakan buku pegangan untuk suatu mata pelajaran/mata kuliah yang ditulis atau disusun oleh pakar dalam bidang tersebut dan disusun memenuhi kaidah pembelajaran (sesuai rencana pembelajaran) serta diterbitkan secara resmi dan disebarluaskan.

2. Buku Modul 

Buku modul merupakan buku dalam bentuk modul-modul terpisah sesuai dengan pokok bahasan. Buku modul disusun berdasarkan rencana pembelajaran dan disebarluaskan kepada siswa/mahasiswa untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

 3. Diktat

Diktat merupakan buku untuk suatu mata pelajaran/mata kuliah yang ditulis yang disusun oleh pengampu mata pelajaran/mata kuliah tersebut. Diktat disusun mengikuti kaidah tulisan ilmiah dan disebarkan kepada siswa/mahasiswa.

4. Buku Petunjuk Praktikum

Buku petunjuk praktikum merupakan pedoman pelaksanaan praktikum yang disusun oleh guru/dosen atau tim guru/dosen yang menangani kegiatan praktikum. Buku petunjuk praktikum disusun dan ditulis dengan kaidah-kaidah tulisan ilmiah dan berisi tata cara, persiapan, pelaksanaan dan cara analisis data hasil praktikum. 

 5. Naskah Tutorial

Naskah tutorial merupakan bahan rujukan untuk kegiatan tutorial yang disusun atau ditulis oleh pengajar mata kuliah atau tim pelaksana tutorial dan ditulis dengan kaidah-kaidah ilmiah. 

Cara Penyusunan Buku Ajar

Ada tiga cara penyusunan buku ajar yang bisa dilakukan, yaitu:

1. Penataan Informasi (compilation text)

Guru/Dosen melakukan kompilasi bahan dari berbagai sumber yang telah beredar di pasaran berdasarkan RPS (Rencana Pembelajaran Semester) yang telah disusun. 

Prosedur Kompilasi antara lain:

  • Kumpulkan seluruh buku, artikel jurnal ilmiah, dan sumber acuan lain yang digunakan dalam mata pelajaran seperti yang tercantum dalam daftar pustaka di RPS. 
  • Tentukan bagian-bagian buku, artikel jurnal ilmiah, dan bagian dari sumber acuan lain yang digunakan per Bahan Kajian sesuai dengan RPS. 
  • Fotokopi seluruh bagian dari sumber yang digunakan per Bahan Kajian sesuai dengan RPS. 
  • Pilahlah hasil fotocopy tersebut berdasarkan urutan Bahan Kajian yang sesuai dengan RPS.
  • Buatlah/tulislah halaman penyekat bahan untuk setiap Bahan Kajian/BAB. 
  • Bahan-bahan yang sudah dilengkapi dengan halaman penyekat untuk  setiap Bahan Kajian kemudian dijilid rapi (selanjutnya dicopy untuk dibagi kepada mahasiswa). 
  • Buatlah/tulislah pedoman guru/dosen dan pedoman siswa/mahasiswa untuk mendampingi bahan yang sudah dikompilasi tersebut.

2. Pengemasan Kembali (information repackaging)

Guru/Dosen melakukan pengemasan kembali informasi dari sumber-sumber yang telah ada disesuaikan dengan kebutuhan kompetensi yang ingin dicapai dalam RPS.

Prosedur Pengemasan Kembali Informasi antara lain: 

  • Informasi yang sudah ada di pasaran dikumpulkan berdasarkan kebutuhan
  • Informasi tersebut disusun kembali/ditulis ulang dengan gaya bahasa dan strategi yang sesuai untuk menjadi buku ajar (digubah), 
  • Kemudian tambahkan kemampuan/kompetensi yang akan dicapai, petunjuk belajar bagi siswa/mahasiswa, latihan dan ringkasan.

3. Menulis Sendiri (starting from scratch)

Guru/Dosen menulis sendiri berdasarkan kepakarannya berdasarkan RPS mata pelajaran/kuliah yang diampu.
 

Prinsip-Prinsip Pemilihan Materi Buku Ajar 

1. Prinsip Relevansi 

Materi pembelajaran hendaknya ada hubungannya dan memberikan kontribusi bagi upaya pencapaian capaian pembelajaran mata kuliah dan kemampuan akhir. Misalnya, jika kemampuan yang diharapkan dikuasai mahasiswa berupa menghafal fakta, maka materi pembelajaran yang diajarkan harus berupa fakta.

2. Prinsip Konsistensi/Keajegan

Materi pembelajaran harus konsisten dengan kemampuan akhir yang ingin dicapai, baik dari segi jumlah materi maupun dari taksonominya. Jika kemampuan akhir yang harus dikuasai mahasiswa empat macam, maka materi buku ajar yang harus dikembangkan juga harus meliputi empat macam.

3. Prinsip Kecukupan 

Materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu mahasiswa menguasai kemampuan akhir yang diharapkan. Materi tidak boleh terlalu sedikit dan tidak boleh terlalu banyak. Jika terlalu sedikit akan kurang membantu mencapai capaian pembelajaran mata kuliah dan kemampuan akhir. Sebaliknya, jika terlalu banyak akan membuang-buang waktu dan tenaga yang tidak perlu untuk mempelajarinya.


Sistematika Buku Ajar

Sistematika buku ajar biasanya tergantung dari penerbit, tetapi kita sebagai seorang guru juga harus memiliki kesiapan untuk menata outline buku kita sendiri. Berikut ini contoh sistematika buku ajar, yaitu: 

1. Tinjauan Mata Pelajaran

  • Prakata
  • Petunjuk Penggunaan Buku Ajar bagi Mahasiswa 
  • Identitas Mata Kuliah 
  • Deskripsi Singkat Isi Buku Ajar 
  • Kegunaan Mata Kuliah bagi Mahasiswa 
  • Capaian Pembelajaran Mata kuliah

2. BAB 1 Pendahuluan

Kemampuan Akhir

Indikator

Pendahuluan, terdiri dari: 

  • Deskripsi singkat berupa gambaran umum tentang cakupan bab tersebut.  
  • Relevansi antara bab tersebut dengan pengalaman yang telah dimiliki mahasiswa atau manfaat bagi mahasiswa.

3. Penyajian  

  • Uraian atau penjelasan materi (sesuai dengan jenis materi) dan diikuti dengan contoh-contoh. 
  • Ilustrasi yang sesuai dengan uraian materi. 
  • Tugas dan Latihan yang dilakukan mhs setelah membaca uraian materi. 
  • Rangkuman/ringkasan dari konsep atau prinsip yang  dibahas.

4. Penutup

Penutup, terdiri dari:   
  • Penilaian, konsisten dengan rumusan indikator dan Kemampuan  Akhir. 
  • Umpan balik, untuk dapat menilai sendiri hasil belajarnya (kunci jawaban tes). 
  • Tindak lanjut.

5. Daftar Pustaka

6. Senarai (glossary), berupa daftar istilah teknis yang dianggap penting dan perlu dijelaskan.

7. Daftar Indeks (jika diperlukan)


Mantap. Materinya benar-benar paket komplit, kan? So, Bapak/Ibu guru hebat, dong ayo mulai menyusun buku ajar sendiri! Sederhanakan konsep yang rumit dengan penyampaian yang mudah dipahami dan tuangkan dalam buku ajar! Dijamin siswa-siswa Bapak/Ibu jadi tambah cepat paham dan makin cinta dengan pelajaran yang Bapak/Ibu guru ampu.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tekhnik Promosi Buku yang Mumpuni

Guru Blogger vs Hegemoni sang Gubernur

Majalah Suara Guru, Eksistensi Guru Indonesia