Tatkala Menulis Berbuah Prestasi

Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI

Gelombang : 28
Resume Ke : 21
Hari, Tanggal: Jum'at, 24 Februari 2023
Tema: Melejitkan Prestasi dengan Menulis
Narasumber: Rita Wati, S.Kom.
Moderator: Helwiyah, S.Pd., MM


Bismillahirrohmanirrohim. Assalamualaikum Warahmatullohi Wabarakatuh. 

Salam sehat dan bahagia sahabat Periang (Pembelajar Riang).  

Kelas belajar malam ini adalah pertemuan ke 21 KBMN PGRI Gelombang 28. Waow. Tanpa terasa malam ini sudah memasuki 10 pertemuan terakhir. Excited. Alhamdulillah. Ternyata saya masih bertahan sejauh ini. Terima Kasih atas dukungan mu sahabat. Bersama kalian, hal yang muskil pun akan terasa menyenangkan. Mari sahabat, bergandengan meraih asa!

Pertemuan KBMN malam ini agak unik. Jika biasanya WAG KBMN PGRI 28 ditutup sementara untuk menjaga kondusifitas selama sesi kelas belajar, tapi tidak dengan malam ini. Karena permitaan khusus dari narasumber, maka ruang chat kelas belajar tetap dibuka. Sehingga para peserta pun dapat berdialog, mengajukan pertanyaan dan dijawab langsung oleh narasumber. 

Pertemuan kali ini mengangkat tema "Melejitkan Prestasi dengan Menulis". Dengan dipandu oleh Ibu Helwiyah S.Pd., MM. yang akrab dipanggil Ibu Ewi dan narasumber Ibu Rita Wati, S.Kom. yang akrab dipanggil Cikgurita, kelas belajar malam ini sukses memotivasi dan menginpirasi para peserta untuk terus berkarya. Nah, penasaran bagaimana duo Ibu berprestasi ini berhasil membius peserta dengan ? Atau ingin kecipratan sukses seperti mereka? Dong ayok simak ulasan berikut ini! Tapi sebelumya, biar tambah bersemangat, kepo-in profil narasumber, yuk!

https://www.cikgurita.com/2022/06/about-me.html?m=1

"Prestasi. Satu kata yang diharapkan diraih oleh semua orang. Passion dan minat bakat semua orang berbeda, semua bisa dikembangkan dengan banyak berlatih, doa, usaha dan kerja keras" Ibu Ewi dengan ciri khas ciput merahnya membuka kelas belajar. 

Yupss. Apa yang disampaikan Ibu Ewi tersebut selaras dengan sebuah kutipan dari berikut, 

"Keberhasilan itu bukanlah selalu milik orang yang pintar, namun keberhasilan itu adalah milik orang yang senantiasa berusaha". (B.J. Habibi)

Keberhasilan dan prestasi itu tentunya tidak datang secara kebetulan. Diperlukan proses panjang dan tindakan srategis untuk meraihnya. Bahkan mungkin dalam proses panjang itu ditemukan banyak kegagalan dan kekecewaan. Dan hanya mereka yang resiliens (tangguh), dan senantiasa berusahalah yang akhirnya menjadi sukses dan menjadi pemenang. Yah, pada akhirnya kerja keras adalah harga yang harus kita bayar untuk mencapai suatu prestasi.

Hal tersebut sudah dibuktikan oleh Cikgurita. Cikgurita mengisahkan bagaimana dahulu beliau adalah seorang guru biasa yang ingin belajar menulis. Beruntungnya, beliau kemudian mengikuti KBMN PGRI Gelombang 10. Dan di sinilah titik balik perjalanan beliau melejitkan prestasi. Saat mengikuti KBMN PGRI 10 tersebut, Cikgurita mendapatkan banyak ilmu dan motivasi dari para narasumber di KBMN. 

"Kalau kamu tidak pernah mencoba, bagaimana kamu tahu jika di situ ada kesempatan?". (Jack Ma)

Untuk menempa kemampuan menulisnya Cikgurita pun mulai berani mengikuti berbagai kompetisi yang berkaitan dengan tulis menulis, memanfaatkan kesempatan yang tersedia.

Cikgurita juga memaparkan beberapa manfaat menulis menurut para ahli, yaitu antara lain:
  • Meningkatkan kecerdasan
  • Mengembangkan daya inisiatif dan kreativitas
  • Menumbuhkan keberanian
  • Mendorong kemauan dan kemampuan mengumpulkan informasi
Selain itu, menulis juga bermanfaat dari segi kesehatan. Manfaat menulis untuk kesehatan yaitu antara lain:
  • Meredakan stress
  • Memecahkan masalah dengan lebih baik
  • Menuangkan perasaan sesuai keinginan
  • Memperbaiki suasana hati
  • Meningkatkan daya ingat

Walaupun menulis memiliki banyak manfaat, namun banyak yang enggan untuk melakukannya. Ada berbagai alasan yang dikemukakan untuk membenarkan keengganannya itu. Permasalahan yang sering dialami penulis pemula antara lain:
  • Susah ide
  • Miskin kosakota
  • Sulit merangkai kata
  • Sering menunda-nunda
  • Bingung mau menulis apa
  • Tidak percaya diri
  • Merasa tulisannya jelek tidak layak dibaca

Nah, menurut Cikgurita, solusi dari semua permasalahan yang dialami itu adalah terus membaca dan menulis. Dengan membaca, kita akan mendapatkan inspirasi menulis dan menambah kosakata. Dengan menulis, kita dapat melatih merangkai kata. Saat menulis, tulis hingga tuntas ide yang ada di pikiran kemudian setelah selesai baca berulang-ulang. Jika kurang bahan, kita bisa menambah referensi dengan banyak membaca yang sesuai ide. Kemudian minta teman untuk membaca tulisan kita, dari pembaca kita ketahui apakah tulisan  kita itu sudah dimengerti atau masih perlu diperbaiki. Seiring waktu jika dilakukan terus menerus maka menulis akan menjadi kebiasaan dan pada akhirnya menjadi kebutuhan.

Cikgurita mengungkapkan bahwa melejitkan prestasi dapat dilakukan dengan cara mengikuti kompetisi yang berkaitan dengan menulis, misalnya lomba blog, esai, karya ilmiah, cerpen, puisi dll. Dan untuk fokus menulis hingga berprestasi, harus rajin research tentang tema yang dilombakan tersebut. 

Pada sesi akhir kelas belajar, Cikgurita menyampaikan "Menulis bagi guru adalah modal utama untuk menyebarkan informasi, berita dan materi lewat goresan tulisan melalaui media blog. Sekarang ini milyaran konten hadir didunia maya, tentu saja ada yang positif dan ada yang negatif. Mari kita sebagai guru  ikut  berjuang dan ikut andil menjadi conten writer untuk memberikan ilmu yang bermanfaat bagi pembaca di dunia maya. Yakinlah salah satu amalan yang tak terputus adalah ilmu yang bermanfaat"

Nah, sahabat Periang, sebagaimana besi karatan yang jika ditempa terus menerus akan menjadi pedang yang tajam. Pun dengan prestasi. Ada proses panjang 'penempaan' yang harus dilalui, ada usaha dan kerja keras tanpa henti.  Sebagaimana yang disampaikan Ibu Ewi "Prestasi dirintis dengan ketekunan dan berpeluh tanpa keluh". 

Komentar

  1. Prestasi penuh peluh tanpa keluh...mntaaap bu

    BalasHapus
  2. Tetap semangat menulis hingga berbuah prestasi๐Ÿ’ช๐Ÿป๐Ÿ’ช๐Ÿป

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tekhnik Promosi Buku yang Mumpuni

Guru Blogger vs Hegemoni sang Gubernur

Majalah Suara Guru, Eksistensi Guru Indonesia