Belajar Menulis Buku Biografi dan Autobiografi dengan Riang
Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI
Salam sehat dan bahagia sahabat Periang (Pembelajar Riang).
Pernahkan kalian merasa terinspirasi, termotivasi atau bahkan merasa mengenal lebih dekat dan memahami pemikiran seorang tokoh setelah membaca buku? Buku seperti itu biasanya mengisahkan perjalanan hidup seorang tokoh, mulai dari pahlawan, ilmuwan, pengusaha sukses, pemain bola sampai selebriti. Buku tersebut, umumnya ditulis dengan maksud supaya pembacanya dapat mengambil pelajaran dari kisah tokoh yang diangkat. Yups, buku dengan gendre seperti itu disebut buku biografi dan autobiografi.
Pertemuan malam ini adalah pertemuan ke-24 KBMN PGRI Gelombang 28 yang mengangkat tema "Menulis Biografi" Dengan dipandu oleh Bapak Muliadi, M.Pd. dan narasumber Ibu Lely Suryani, S.Pd. SD., kelas belajar malam ini bertabur ilmu. Bagaimana tidak, Ibu Lely adalah orang yang ikut andil di dalam penulisan buku biografi dan autobiografi Om Jay dan bahkan beliau sudah rampung menulis autobiografi-nya sendiri. Waow.
Nah, buat kalian yang tertarik menuliskan kisah hidup seorang tokoh yang inspiratif atau bahkan kisah perjalanan hidup kalian sendiri, ulasan beikut ini pantang untuk dilewatkan. Tapi sebelum lanjut sesi materi, untuk mengenal lebih dekat narasumber kali ini, kepo-in profilnya, yuk!
https://lelysuryanikreatifinspiratif.blogspot.com/2023/01/profil-lely-suryani.html
Mengenal Biografi dan Autobiografi
A. Biografi
Kata biografi itu sendiri berasal dari Yunani, yaitu ‘bios’ yang berarti hidup dan ‘graphia’ yang berarti tulisan. Sehingga kata biografi berarti tulisan tentang kehidupan seseorang. Jadi, biografi merupakan sebuah narasi atau cerita yang berisi kisah kehidupan seseorang, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia.
Ciri- ciri biografi antara lain:
- Biografi dapat berisi informasi mengenai latar belakang, masa kecil, pendidikan, pekerjaan, pengalaman hidup, dan pencapaian seseorang selama hidupnya.
- Biografi dapat ditulis dalam bentuk buku, artikel atau bahkan film dokumenter.
- Biografi biasanya ditulis oleh seorang penulis atau biografer yang melakukan riset dan wawancara dengan orang yang menjadi objek biografi dan sumber-sumber lainnya untuk memperoleh informasi yang akurat dan lengkap tentang kehidupan orang tersebut.
Beberapa tujuan menulis biografi antara lain:
- Menginspirasi dan memotivasi. Biografi sering kali dijadikan sebagai bahan bacaan yang menginspirasi dan memberikan motivasi bagi pembaca. Kisah sukses dan pengalaman hidup seseorang yang terdapat dalam biografi dapat menjadi contoh bagi pembaca untuk mengatasi rintangan dan mencapai tujuan hidup mereka sendiri.
- Merekam sejarah. Biografi dapat menjadi sumber informasi sejarah yang berharga untuk generasi mendatang. Dengan menulis biografi, seseorang dapat merekam kisah hidup orang-orang yang telah berjasa atau mempunyai pengaruh pada masa lampau. Biografi juga dapat merekam suatu periode atau kejadian dalam sejarah.
- Memberikan wawasan. Biografi dapat memberikan wawasan dan pemahaman yang lebih baik tentang seseorang yang menjadi objek biografi. Dengan memahami lebih dalam tentang latar belakang dan pengalaman hidup orang tersebut, pembaca dapat mendapatkan wawasan baru tentang kehidupan dan dunia.
- Mengabadikan warisan. Biografi dapat dijadikan sebagai cara untuk mengabadikan warisan seseorang. Biografi dapat membantu memperkenalkan seseorang pada generasi mendatang dan membuat mereka tidak terlupakan.
- Lakukan riset tentang orang yang ingin ditulis biografinya. Kumpulkan informasi tentang latar belakang, kehidupan awal, pendidikan, karier, pencapaian, dan pengalaman hidup yang menarik. Sumber informasi dapat mencakup wawancara dengan keluarga atau teman dekat, surat, artikel berita, buku, dan sumber-sumber online.
- Buat kerangka atau outline untuk biografi. Buatlah daftar peristiwa dan pengalaman penting dalam hidup orang tersebut untuk membantu mengorganisasi informasi.
- Tulis pengantar atau pendahuluan yang menarik untuk menarik perhatian pembaca. Pendahuluan harus memberikan gambaran singkat tentang siapa orang tersebut dan mengapa hidupnya layak untuk ditulis biografinya.
- Mulai menulis biografi dengan menyelesaikan bagian-bagian yang paling menarik dan relevan. Pastikan untuk memasukkan detail yang menarik dan membuat cerita hidup orang tersebut menjadi hidup.
- Organisir konten biografi dalam urutan kronologis, dimulai dari masa kanak-kanak, kemudian ke masa remaja, dewasa awal, dan seterusnya.
- Gunakan gaya bahasa yang mudah dimengerti dan tetap konsisten dengan tema biografi.
- Berikan gambaran yang jelas tentang perjuangan dan rintangan yang dihadapi, kesulitan dan kegagalan yang dialami, serta keberhasilan dan kebahagiaan yang diraih.
- Jangan lupa untuk menyertakan kutipan atau kata-kata orang tersebut yang menarik atau menggambarkan kepribadiannya.
- Revisi dan edit biografi secara teratur. Pastikan kesalahan gramatikal dan fakta yang salah dikoreksi.
- Akhiri biografi dengan kesimpulan yang merangkum hidup orang tersebut dan dampaknya pada dunia atau masyarakat.
B. Autobiografi
Kata autobiografi berasal dari bahasa Yunani, tepatnya kata ‘autos’ yang berarti sendiri, kata ‘bios’ yang berarti hidup, dan kata ‘graphein’ yang berarti menulis. Jadi, autobiografi adalah kisah atau narasi yang ditulis oleh seseorang tentang hidupnya sendiri, pengalaman-pengalaman penting, dan peristiwa-peristiwa yang memengaruhi kehidupannya.
Ciri-ciri autobiografi antara lain:
- Autobiografi ditulis oleh tokoh itu sendiri atau bisa juga dibantu oleh orang lain akan tetapi ditulis dalam sudut pandang tokoh tersebut (orang pertama)
- Autobiografi menceritakan sejarah hidup tokoh yang diangkat dari awal hingga saat ini (saat masa keemasan) dan biasanya menampilkan cerita positif saja sebagai pencitraan da inspirasi.
- Autobiografi dapat mencakup berbagai topik seperti keluarga, pendidikan, pekerjaan, pernikahan, perjalanan, dan banyak lagi.
- Autobiografi dapat membantu pembaca memahami pengalaman dan pandangan hidup penulis, dan dapat memberikan wawasan tentang kehidupan dan peristiwa sejarah.
- Dilengkapi dengan dokumen atau bukti-bukti pendukung
Tujuan utama menulis autobiografi adalah untuk membagikan kisah hidup dan pengalaman pribadi seseorang dengan pembaca. Beberapa tujuan khusus menulis autobiografi yaitu antara lain:
- Meningkatkan pemahaman diri. Menulis autobiografi dapat membantu seseorang memahami dirinya sendiri lebih baik dengan merefleksikan peristiwa penting dalam hidup mereka dan menghubungkan pola-pola dalam pengalaman hidup.
- Menjaga kenangan. Autobiografi juga dapat berfungsi sebagai catatan kenangan bagi penulis dan keluarga mereka, dan dapat membantu mempertahankan warisan keluarga.
- Memberikan inspirasi. Autobiografi dapat menjadi sumber inspirasi bagi pembaca, terutama bagi orang yang mengalami situasi serupa atau menghadapi kesulitan dalam hidup
- Memberikan wawasan. Autobiografi dapat memberikan wawasan tentang sejarah, budaya, dan lingkungan sosial di mana penulis hidup dan bekerja, sehingga dapat membantu pembaca memahami kondisi dan konteks kehidupan penulis.
- Membangun identitas dan citra publik. Autobiografi juga dapat membantu seseorang membangun identitas dan citra publik mereka, baik dalam konteks pribadi maupun profesional.
Beberapa langkah yang dapat diikuti dalam menulis autobiografi yaitu antara lain:
- Lakukan riset dan persiapan. Mulailah dengan membuat daftar peristiwa penting dalam hidup Anda, tempat-tempat yang Anda kunjungi, orang-orang yang Anda temui dan pengalaman-pengalaman lain yang mungkin anda ingin masukkan dalam autobiografi Anda. Lakukan riset tentang masa lalu Anda, termasuk sejarah keluarga, lingkungan sosial, dan kebudayaan saat itu.
- Tentukan gaya dan fokus. Setelah Anda mengetahui gambaran besar dari hidup Anda, tentukan gaya dan fokus untuk autobiografi anda. Anda dapat memilih untuk menulis dalam gaya naratif atau reflektif, dan memilih fokus seperti karier, keluarga, atau perjalanan.
- Buat kerangka cerita. Buat kerangka cerita untuk autobiografi Anda dengan memilih peristiwa penting dan menempatkannya dalam urutan kronologis atau non-kronologis.
- Tulis draf pertama. Mulailah menulis draf pertama dari autobiografi Anda berdasarkan kerangka cerita yang sudah dibuat. Jangan khawatir tentang detail atau kesalahan, hanya tulis dengan lancar.
- Edit dan revisi. Setelah menyelesaikan draf pertama, edit dan revisi autobiografi Anda dengan memperbaiki kesalahan, menambahkan detail dan pengalaman baru serta memperbaiki struktur dan narasi.
- Beri judul dan bagikan. Setelah menyelesaikan revisi terakhir, berikan judul untuk autobiografi Anda. Jika ingin dibagikan dengan orang lain, pertimbangkan untuk mencetak atau menerbitkan secara online untuk dapat dibaca oleh publik.
Apa Beda Biografi dan Autobiografi?
Jika dilihat sekilas, biografi dan autobiografi sama-sama berisi tentang kisah kehidupan atau informasi mengenai seseorang yang diceritakan secara mendetail. Kisah hidup yang diceritakan tersebut dirasa penting untuk ditulis dan disebarluaskan ke masyarakat luas.
Lantas perbedaannya dimana? Perbedaan antara biografi dengan autobiografi yang paling mencolok terletak pada sudut pandang yang digunakan. Biografi diceritakan dari sudut pandang orang ketiga, misalnya: dia, ia. Sedangkan autobiografi diceritakan dengan sudut pandang orang pertama misalnya: aku, saya.
Selain itu, perbedaan keduanya juga terletak pada data-data dan sumber yang digunakan untuk menulis. Pada biografi, sumber datanya biasanya mengandalkan berbagai peninggalan, dokumen, dan sudut pandang cerita-cerita orang di sekeliling tokoh. Sedangkan pada autobiografi, sumber datanya lebih banyak mengandalkan ingatan sendiri atau orang-orang terkait yang pernah ada dalam hidup tokoh yang bersangkutan.



Ayo belajar menulis buku biografi
BalasHapusResminya enak dibaca...
BalasHapusMantap ...lengkap enak buat belajar....
BalasHapusGaya tulisannya dah kayak punya bbrapa buku ni..👍
BalasHapus