Tips Sukses Menjadi Penulis Mayor
Salam sehat dan bahagia sahabat Periang (Pembelajar Riang).
Siapa yang tidak ingin menjadi penulis mayor? Rasanya hampir semua penulis memiliki impian bisa menjadi penulis mayor. Penulis mayor adalah penulis yang buku karyanya diterbitkan oleh penerbit mayor. Nah, lebih jauh mengenai penerbit mayor, sudah pernah saya ulas di resume sebelumnya. Sahabat Periang sudah baca dong ya? Buat kalian yang belum baca, yuk kepo-in ulasan seputar penerbit mayor berikut,
https://dadahsidid.blogspot.com/2023/02/trik-jitu-merketing-buku-biar-cuan.html
https://dadahsidid.blogspot.com/2023/03/bersama-penerbit-indie-mimpi.html
Untuk menjadi penerbit mayor ada beberapa kriteria yang harus dimiliki, kriteria tersebut tidak mungkin dapat diraih dalam waktu pendek, tetapi bisa sampai puluhan tahun. Sehingga tidak sembarang penerbit bisa menjadi penerbit mayor. Syarat menjadi penerbit mayor salah satunya adalah harus sudah memiliki judul terbitan buku puluhan ribu judul dan tiap tahunnya harus menerbitkan ratusan judul secara konsisten.
Nah, karena itulah menjadi penulis mayor merupakan prestise tersendiri. Selain itu, dengan menjadi penulis mayor memungkinkan buku karyamu mejeng di toko buku seluruh Indonesia, dipasarkan secara profesional dan tentunya ada royalti yang diterima dari hasil penjualan buku. Namun, sama seperti hal-hal menarik lainnya yang memiliki banyak peminat, tentunya menjadi penulis mayor bukanlah hal yang gampang. Banyak penulis yang bersaing mendapatkannya sehingga sistem seleksi yang ketat pun diberlakukan.
Eitss..., tapi jangan patah arang dulu sahabat. Because, kelas belajar kali ini akan menjawab semua resahmu. Hehe... Yups, dengan menghadirkan narasumber yang benar-benar "mumpuni" bukan hanya namanya saja tapi juga pengetahuan dan profesinya di bidang penerbitan khususnya penerbit mayor, ulasan kali ini akan mengupas tuntas bagaimana trik jitu yang dapat mengantarkan kalian sukses menjadi penerbit mayor. Nah, narasumber pada pertemuan kali ini adalah Bapak Joko Irawan Mumpuni, Direktur Penerbitan dari Penerbit Andi Yogyakarta. Beliau juga tercatat sebagai anggota Dewan Pertimbangan IKAPI DIY, penulis buku bersertifikat BSNP dan Asesor BNSP. Waow.
Lika-Liku Dunia Penerbitan Buku di Indonesia
Secara umum, ada 2 jenis buku yaitu:
- Buku teks. Yang termasuk buku teks adalah buku sekolah dan buku kampus. Buku sekolah disebut buku pelajaran sedangkan buku kampus disebuat buku Perti (perguruan tinggi).
- Buku non teks. Yang termasuk buku non teks adalah buku-buku populer misal bisa berupa buku fiksi maupun non fiksi. Buku fiksi contohnya novel, komik, cerpen dan buku cerita anak. Buku non fiksi contohnya buku agama, buku komputer dan buku pengetahuan umum lainnya
Berdasarkan hasil survey, kondisi dunia perbukuan di Indonesia ditunjukkan oleh gambar-gambar berikut:
Literasi, Penulis dan Penerbit
Namun, sayang sekali, berdasarkan hasil penelitian, Indonesia memiliki tingkat literasi yang rendah. Indonesia berada di urutan ke 72 dari 78 negara atau berada di 10 negara dengan tingkat literasi terendah.
- Minat baca. Minat baca yang rendah dipicu oleh kurangnya budaya baca , kurangnya bahan bacaan dan kualitas bacaan.
- Minat tulis. Minat tulis yang rendah disebabkan oleh kurangnya budaya tulis, tidak tahu prosedur menulis dan penerbitkan serta anggapan yang salah tentang dunia penulisaan dan penerbitan.
- Apresiasi hak cipta. Apresiasi terhadap hak cipta rendah disebabkan karena maraknya pembajakan, duplikasi non legal dan perangkat hukum yang kurang mendukung.
- Program Literasi Keluarga yaitu penyiapan konten literasi keluarga dan penyusunan panduan literasi di keluarga seperti membacakan buku mendongeng, dan lainnya.
- Program Literasi Satuan Pendidikan yaitu penyusunan panduan literasi dalam pembelajaran untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan berpikir kritis peserta didik.
- Program Literasi Masyarakat merupakan peningkatan akses dan konten literasi masyarakat melalui peningkatan layanan perpustakaan secara nasional.
Tips Memilih Penerbit
- Memiliki visi dan misi yang jelas.
- Memiliki Bussines core lini produk tertentu.
- Pengalaman penerbit.
- Jaringan pemasaran.
- Memiliki percetakan sendiri.
- Keberanian mencetak jumlah eksemplar.
- Kejujuran dalam pembayaran royalti.
- Hanya bertindak sebagai broker naskah.
- Alamat tidak jelas.
- Tidak ada dokumen perjanjian penerbitan yang baik.
- Tidak memiliki jaringan pemasaran dan distribusi sendiri.
- Tidak memiliki percetakan sendiri.
- Prosentase Royalti tidak wajar.
- Laporan keuangan tidak jelas.
Keuntungan Menjadi Penulis Mayor
- Peningkatan finansial. Keuntungan finansial diperoleh dari royalti, diskon pembelian langsung, tambahan penghasilan dari seminar/mengajar tentang kepenulisan.
- Peningkatan karir. Adanya kebutuhan peningkatan status jabatan, peluang karir di institusi atau perusahaan.
- Kebutuhan batin. Buku sebagai karya monumental yang akan dikenang sepanjang masa.
- Reputasi. Buku sebagai karya yang terpublikasi akan meningkatkan reputasi penulisnya.
Tips Lolos Seleksi Mayor
- Penerbit Andi menilai suatu naskah dapat diterbitkan juga adalah dengan Google Trends. Topik-topik yang trend dapat dijadikan pilihan topik buku.
- Buku Pelajaran. Hampir semua tema yang ada mata kuliahnya atau ada mapelnya pasti laku di pasaran.
- Penerbit Andi memiliki syarat minimal jumlah sitasi adalah 2000 agar naskah bisa diterima, dalam hal ini penerbit menggunakan data dari Google Scholar/Cendikia.
- Bahkan reputasi penulis tenyata sangat berpengaruh. Sebagai contoh ketika Prof. Eko Indrajit ada program menulis bareng dengan guru, semua penerbit Andi terima karena disana tercantum nama Prof. Ekoji sebagai salah satu penulisnya.




.jpeg)
.jpeg)


.jpeg)

Komentar
Posting Komentar