Memanfaatkan Blog sebagai Media Refleksi Diri Siswa

 

Kelas Belaj ar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI

Gelombang : 28
Resume Ke : 29
Hari, Tanggal: Rabu, 15 Maret 2023
Tema: Blog sebagai Media Dokumentasi Refleksi Diri Siswa
Narasumber: Bambang Purwanto, S.Kom., Gr.
Moderator: Gina Dwi Septiani, S.Pd., M.Pd.


Bismillahirrohmanirrohim. Assalamualaikum Warahmatullohi Wabarakatuh. 

Salam sehat dan bahagia sahabat Periang (Pembelajar Riang).  

Pada pertemuan kali ini mengangkat tema "Blog sebagai Media Dokumentasi Refleksi Diri Siswa". Tema seputar blog sebelumnya sudah pernah saya bahas pada pertemuan sebelumnya, 

https://dadahsidid.blogspot.com/2023/01/guru-blogger-versus-gubernur.html

https://dadahsidid.blogspot.com/2023/01/blogger-eksis-siapa-takut.html

Refleksi diri merupakan evaluasi diri, meninjau apakah hal-hal yang sudah dilakukan sudah baik atau perlu diperbaiki sehinga diharapkan ke depannya hal-hal yang kurang baik tersebut dapat diperbaiki menjadi lebih baik. Dalam dunia pendidikan sendiri, refleksi diri dalam pembelajaran sangat penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. 

Di sisi lain, Sejatinya seorang guru harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, terutama teknologi untuk dunia pendidikan. Salah satu bentuk pemanfaatan teknologi untuk dunia pendidikan adalah menggunakan media digital dalam pembelajaran. 

Menggabungkan dua hal di atas, refleksi diri dan adaftasi teknologi, Bapak Purwanto yang akrab dipanggil Mr. Bams selaku narasumber berbagi pengalaman bagaimana melakukan refleksi diri dengan memanfaatkan media blog. Bagaimana tekhnisnya? Yuk, simak ulasan berikut ini!

Nah, tapi sebelum mengulas lebih lanjut mengenai hal tersebut, narasumber memaparkan mengenai manfaat menggunakan web atau blog khususnya bagi seorang guru, yaitu antara lain:

  1. Menunjukkan identitas digital (nasionalisme) dengan DOT ID (Indonesia)
  2. Menunjukkan sebagai guru yang beradaptasi dengan era digital
  3. Tempat menyimpan atau menyalurkan hobi menulis apa pun
  4. Sebagai guru kita bisa menunjukkan kepada siswa, bahwa guru memanfaatkan teknologi dalam pembelajar, semoga menjadi motivasi kepada siswa
  5. Siswa bisa memanfaatkan media ini sebagai jejak digitalnya
  6. Siswa yang tidak masuk, saat melihat dan membaca refleksi diri yang ditulis temannya merasa dapat informasi banyak
  7. Manfaat lebih lanjut adalah belajar konsisten dengan apa yang biasa dikelola 
  8. Media yang ideal dan efektif untuk mendokumentasikan refleksi diri siswa

Kegiatan refleksi dapat dilakukan 5-10 menit di akhir pembelajaran. Adapun langkah membuat blog untuk media refleksi diri siswa adalah sebagai   melalui form yang sudah disiapkan. Sebagai contoh; 

  1. Buatlah sebuah blog.
  2. Pada blog tersebut, tambahkan halaman untuk refleksi diri
  3. Buat form refleksi diri menggunakan google form.
  4. Sematkan link form refleksi diri tersebut di blog.
  5. Pada form refleksi diri, cantumkan pertanyaan yang harus dijawab siswa, misalnya : "Tuliskan dalam bentuk paragrap. Apa yang dipelajari hari ini? Silahkan dijelaskan. Materi apa yang masih menjadi kesulitan bagi kalian (harus dijelaskan kembali)? Bagaimana perasaan kamu saat belajar bersama Mr. Bams? Adakah masukan untuk  Mr. saat pembelajaran hari ini?"
  6. Cek jawaban siswa pada google form-spreadsheet
  7. Lebih jelasnya, yuk cermati blog yang dibuat Mr, Bams untuk refleksi diri siswa berikut ini, 

https://penamrbams.id/pembelajaran-informatika-semester-genap-ta-2022-2023/

https://penamrbams.id/informatika-kelas-7a-smp-taruna-bakti-2022-2023/

Dari refleksi diri yang ditulis siswa, ada beberapa hal yang bisa diketahui yaitu antara lain:

  • Materi yang dipejari
  • Aktivitas yang dilakukan apa saja
  • Persaan yang dirasakan oleh murid
  • Karater spiritual untuk mengingat Tuhan YME.

Keuntungan lain secara tidak langsung, kegiatan refleksi diri siswa dapat melatih kemampuan menulis dan penguasaan kebahasaan siswa. So, dong ayok memanfaatkan blog sebagai media refleksi diri siswa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tekhnik Promosi Buku yang Mumpuni

Guru Blogger vs Hegemoni sang Gubernur

Majalah Suara Guru, Eksistensi Guru Indonesia