Mengulik Usaha Penerbitan Buku

Kelas Belaj ar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI

Gelombang : 28
Resume Ke : 30
Hari, Tanggal: Jum'at, 17 Maret 2023
Tema: Usaha Penerbitan Buku
Narasumber: Mukminin, S.Pd.
Moderator: Muliadi, M.Pd.


Bismillahirrohmanirrohim. Assalamualaikum Warahmatullohi Wabarakatuh. 

Salam sehat dan bahagia sahabat Periang (Pembelajar Riang).  

Excited. Waow. Pertemuan kali ini adalah pertemuan ke 30, yang berarti pertemuan terakhir KBMN PGRI Gelombang 28. Senang sekaligus gundah karena masih ada satu lagi tantangan besar yang harus saya selesaikan untuk mendapatkan sertifikat pelatihan menulis ini, yaitu tantangan menerbitkan buku solo. Eitss,,,, tapi alhamdulillah, pertemuan KBMN kali mengangkat mengenai seluk beluk penerbitan buku sebagai bahan referensi penerbitan buku.

Pertemuan kali ini mengangkat tema mengenai "Usaha Penerbitan Buku". Tema yang sangat menarik, apalagi narasumbernya adalah tokoh yang mumpuni di bidang tersebut, yaitu Bapak Mukminin, S.Pd. Selengkapnya mengenai narasumber bisa dilihat pada tautan berikut,  https://cakinin.blogspot.com/2020/10/curiculum-vitae.html.


Inovasi Penerbitan Buku 

Penerbitan buku di era digital semakin memiliki tantangan tersendiri, beberapa inovasi penerbitan buku yang  muncul dalam beberapa tahun terakhir dapat mempengaruhi cara kita dalam membaca, menulis, dan mengonsumsi buku. Beberapa inovasi penerbitan buku antara lain:

1. E-book

E-book atau buku elektronik adalah inovasi paling terkenal dalam penerbitan buku. E-book memberikan pengalaman membaca yang mudah, cepat, dan murah, serta tidak membutuhkan tempat penyimpanan yang besar seperti buku fisik. Banyak penerbit dan penulis telah beralih ke penerbitan e-book sebagai alternatif atau tambahan dari penerbitan buku fisik tradisional.

2. Self-Publishing

Self-publishing atau penerbitan mandiri semakin populer sebagai inovasi dalam penerbitan buku. Dengan self-publishing, penulis dapat menerbitkan buku mereka tanpa perlu melewati penerbit tradisional. Hal ini memungkinkan penulis untuk mempertahankan kontrol penuh atas karya mereka dan mengambil sebagian besar keuntungan dari penjualan buku mereka.

3. Print on Demand

Print on demand (POD) adalah teknologi yang memungkinkan cetak buku secara cepat dan efisien sesuai permintaan, sehingga mengurangi biaya produksi dan stok yang tidak terjual. Dengan POD, penerbit dan penulis dapat mencetak dan mengirimkan buku ke konsumen tanpa perlu mencetak sejumlah besar buku sebelumnya.

4. Augmented Reality

Augmented reality (AR) adalah teknologi yang memungkinkan pengguna untuk melihat dunia fisik mereka di layar komputer atau perangkat seluler, sambil menambahkan elemen digital ke dalam pengalaman mereka. Dalam konteks penerbitan buku, AR dapat digunakan untuk membuat buku yang lebih interaktif dan menarik, misalnya dengan menambahkan video atau animasi ke dalam halaman buku.

5. Audio book

Audio book atau buku audio adalah inovasi penerbitan buku yang memungkinkan pengguna untuk mendengarkan buku daripada membacanya. Audio book semakin populer di kalangan orang-orang yang tidak memiliki waktu untuk membaca buku secara tradisional, seperti saat berkendara atau berolahraga.

Audiobook merupakan versi buku yang dibacakan dan direkam dalam bentuk suara. Ini memberikan pengalaman mendengarkan yang unik bagi pembaca dan dapat menjadi alternatif bagi mereka yang kesulitan membaca atau tidak memiliki waktu luang yang cukup. Audiobook juga memungkinkan pembaca untuk membaca sambil melakukan kegiatan lain seperti berkendara, memasak, atau berolahraga.


Syarat Pengajuan Buku Ber-ISBN

Untuk pengajuan ISBN, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi yaitu antara lain:

  1. Penerbit harus mempunyai Link berbayar 
  2. Buku yang diajukan ISBN harus dikirim lengkap ke Web Perpusnas: Cover buku
  3. Permohonan ISBN Buku ke Perpusnas Nasional oleh penanggung jawab penerbit (Direkturnya)
  4. Surat Pernyataan Keaslian Karya bermaterei 10.000 dan ditandatangani penulis mengetahui penanggung jawab penerbit dengan stempel penerbit.
  5. Naskah buku yg sudah dilayout bentuk PDF lengkap atau utuh satu buku harus diberi watermark nama, judul buku, dan peberbit.


Tahapan Penerbitan Buku

Tahapan menulis dan menerbitkan buku yaitu: 

  1. Prawriting ; tahap awal penulis mencari ide dengan peka terhadap sekitar (Pay attention). Penulis hrs kreatif menangkap fenomena yang terjadi di sekitar untuk menjadi tulisan. Penulis banyak membaca buku
  2. Drafting ;  Penulis mulai membuat Draf (outline buku/ daftar isi buku) sesuai dengan apa yang disukai (pasion): artikel, cerpen, puisi, novel dll.
  3. Revisi; Setelah naskah kita lakukan revisi naskah (tulisan mana yang baik dicantumkan, naskah mana yang perlu dibuang, naskah mana yg perlu ditambahkan)
  4. Editting/ Swasunting; Penulis melakukan pengeditan. Hanya memperbaiki berbagai kesalahan tanda baca, kesalahan pada kalimat sebelum masuk penerbit (PUEBBI).
  5. Publikasi; Jika tulisan Anda  yg berupa naskah buku dan sudah yakin  memasuki tahap Publikasi atau penerbitan buku.

 "Satu peluru hanya mampu menembus satu kepala, tetapi satu tulisan bisa menembus ribuan dan bahkan jutaan kepala" - Sayyid Qutb

So, dong ayok menulis buku, semoga buku yang kita tulis tersebut memdatangkan manfaat buat orang lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tekhnik Promosi Buku yang Mumpuni

Guru Blogger vs Hegemoni sang Gubernur

Majalah Suara Guru, Eksistensi Guru Indonesia