Belajar Puisi dengan Riang
Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI
Gelombang : 28
Bismillahirrohmanirrohim. Assalamualaikum Warahmatullohi Wabarakatuh.
Salam sehat dan bahagia sahabat Periang (Pembelajar Riang).
Kita adalah tiga kata 'Aku Sayang Kamu' yang membisu dalam sepi.
Dan....
K. I. T. A adalah empat huruf yang tak bisa dipersatukan kembali.
Bapak Sim Cung Wei selaku moderator membuka pertemuan malam ini dengan sebuah puisi dan kalimat pembuka yang apik. Apa yang disampaikan Koko Sim (panggilan akrab Bapak Sim Cung Wei) selaras dengan kutipan dari Kahlil Gibran,
"Puisi adalah kumpulan kegembiraan, rasa sakit dan keajaiban, dengan sedikit kamus." - Kahlil Gibran
Tapi apa iya membuat puisi semudah curhat ke bestie? Ah, Koko Shim bisa aja. Untuk Khalil Gibran dan Koko Shim yang sudah 'suhu' di bidang per-puisi-an, mungkin iya semudah curhat. Laaah... tapi buat saya? Hehe.. pastinya belum. Eits...., bukan inscure ya sahabat Periang, cuma realistis saja. Saya masih perlu belajar memilih dan memilah diksi dan menyusunnya menjadi baris-baris kalimat puisi nan elok.
Nah, beruntung sekali, kelas belajar kali ini mengangkat tema "Menulis Puisi". Melalui KBMN ini saya bisa belajar menulis puisi dari narasumber dan rekan-rekan hebat. Narasumber dalam kelas belajar kali ini adalah Ibu Dr. Hj. E. Hasanah, M.Pd.. Om Jay dan timnya memang luar biasa, selalu memilih narasumber yang memang top untuk bidang yang diampunya. Untuk bidang puisi, Bunda Hasanah memang masternya. Bagaimana tidak beliau sudah menerbitkan 70-an buku dan sebagiannya tentang puisi. Luarrr biasah...πππ .
Ingin menulis puisi tapi bingung bagaimana trik memilih diksi? Ini mah saya banget. Yang sefrekuensi dengan saya, tetap stay tune di sini. Kita belajar bareng menulis puisi pada ahliya. Tapi sebelumnya intip profil narasumber, yuk!
https://hasanahhalima.blogspot.com/2023/02/profil-e-hasanah.html
Apa Itu Puisi
- Menurut KBBI, puisi adalah ragam sastra yang bahasa yang terikat irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat, sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus.
- Puisi menurut H.B. Yassin adalah suatu karya yang diucapkan dengan perasaan dan memiliki gagasan atau pikiran serta tanggapan terhadap sesuatu hal atau kejadian tertentu.
- Sajak bebas merupakan puisi yang tidak terikat oleh rima dan matra, dan tidak terikat oleh jumlah larik dalam setiap bait, jumlah suku kata dalam setiap larik.
- Sajak berpola merupakan puisi yang mencakup jenis sajak yang susunan lariknya berupa bentuk geometris, seperti belah ketupat, jajaran genjang, bulat telur, tanda seru ataupun bentuk lain.
- Sajak dramatik merupakan puisi yang memiliki persyaratan dramatik yang menekankan tikaian emosional atau situasi yang tegang.
- Sajak lama merupakan puisi yang belum dipengaruhi oleh puisi barat, seperti pantun, syair, gurindam, mantra dan bidal.
- Sajak mbeling merupakan sajak ringan yang tujuannya membebaskan rasa tertekan, gelisah dan tegang atau disebut juga sajak main-main.
Struktur Fisik (Unsur Wujud) Puisi
- Bentuk. Puisi berbentuk baris-bait
- Diksi. Diksi berupa pemilihan kata indah dan memiliki kekuatan makna
- Majas. Majas merupakan bahasa kias untuk mengungkapkan isi hati penyair
- Rima. Rima merupakan persamaan bunyi di baris/akhir baris untuk memunculkan keindahan bunyi.
Jenis Puisi
- Puisi lama, yaitu puisi yang masih terikat oleh aturan-aturan yaitu jumlah kata dalam 1 baris, jumlah baris dalam satu bait, persajakan (rima) banyak suku kata dalam tiap baris.
Ciri-ciri puisi lama, yaitu:
- Tidak diketahui nama pengarangnya.
- Penyampaian dari mulut ke mulut yang merupakan sastra lisan.
- Sangat terikat akan aturan misalnya jumlah baris ditiap bait.
Jenis puisi lama, yaitu:
- Mantra, yaitu ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib.
- Pantun, adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, setiap bait terdiri dari 4 baris, dan tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran sedangkan 2 baris berikutnya sebagai isi.
Lagi elok intan baiduri
Sunguh elok budi bahasa
Seloka: pantun berkait dan bertaut.
Duduk terkurung malam dan siang
Hingga setapak tiada renggang
- Talibun, adalah pantun genap yang setiap barisnya terdiri dari 6, 8, atau 10 baris.
- Puisi baru, puisi yang tidak terikat oleh aturan yang mana bentuknya lebih bebas dari pada puisi lama dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima.
- Memiliki bentuk yang rapi dan simetris (sama).
- Persajakan akhir yang teratur.
- Menggunakan pola sajak pantun dan syair walaupun dengan pola yang lain.
- Sebagian besar puisi empat seuntai.
- Balada, yaitu puisi yang berisikan kisah/cerita.
- Himne, yaitu puisi pujaan untuk menghormati Tuhan, seorang pahlawan, atau tanah air.
- Ode, adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa. Nada dan gayanya sangat resmi bersifat menyanjung terhadap pribadi tertentu.
- Epigram, yaitu puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup.
- Romansa, adalah puisi yang berisi luapan cinta kasih.
- Elegi, yaitu puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan.
- Satire, adalah puisi yang berisi sindiran/kritik.
Menurut Bunda Hasanah, beberapa trik yang bisa dilakukan untuk membuat sebuah puisi yang indah yaitu:
- Memilih tema sebagai acuan
- Menentukan kata kunci
- Memilih diksi yang tepat. Pemilihan diksi dilakukan secara cermat dengan pertimbangan makna, susunan bunyi ataupun hubungan kata itu dengan kata-kata lainnya dalam larik atau bait. Tekhniknya dapat dilakukan dengan mengumpulkan kata-kata indah dulu, misalnya kata bagaskara untuk matahari/mentari, bimantara untuk langit dll
- Menggunakan rima dan majas
- Mengembangkan dengan rasa atau selera estetika sendiri
Menyinari bumi hingga terang
Tetap semangat sahabat Periang
Dong ayo belajar puisi dengan riang


Keren pantunnya, b guru ingesπ
BalasHapusMasak air sampai mateng....
BalasHapusWaaw asyik resumex...☺️
Mantap resumenya
BalasHapusLuar biasa...πππ
BalasHapusMantab resumenya
BalasHapus