Trik Jitu Merketing Buku, Biar Cuan
Salam sehat dan bahagia sahabat Periang (Pembelajar Riang).
"Semua orang akan mati kecuali karyanya. Maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak" Ali bin Abu Thalib
Ibu Purbaniasita selaku moderator membuka kelas belajar malam ini dengan kutipan dari salah satu sahabat nabi yang terkenal cerdas, siapa lagi kalau bukan Ali bin Abu Thalib. Kutipan yang bukti kesahihannya sudah terpampang nyata, Lihat saja Monalisa-nya Leonardo Da Vinci atau Romeo Juliet-nya Shakesphere. Leonardo Da Vinci dan Shakesphere mungkin masanya sudah berakhir tapi karyanya abadi sepanjang zaman.
Jika itu seorang pelukis maka karyanya adalah lukisan, jika itu pemahat maka karyanya adalah ukiran, dan jika itu penulis tentu karyanya adalah tulisan yang tertuang dalam buku. Buku adalah mahkota seorang penulis. Tidak absah rasanya seorang penulis sebelum dapat menelurkan sebuah buku. Dan muara akhir perjalanan seorang penulis adalah bagaimana buku yang ditulis tersebut berada di tangan pembaca dan dapat direspon dengan baik oleh pembaca.
Nah, bagaimana cara supaya buku bisa diterima dan mendapat respon dengan baik dari pembaca inilah yang dikenal dengan istilah trik marketing (pemasaran). Tentunya tidak mudah membidik selera konsumen dari berbagai kalangan. Ada strategi marketing khusus yang dilakukan agar orang tertarik membeli, membaca, menikmati serta memberi respon yang baik terhadap suatu buku. Penasaran bagaimana trik marketing yang jitu? Atau ingin menjadikan menulis sebagai hobi yang mendatangkan cuan? Yups, ulasan berikut ini pantang untuk dilewatkan, apalagi narasumbernya adalah seorang tokoh marketing dari penerbit mayor.
Pertemuan KBMN kali ini mengangkat tema "Pemasaran Buku", yang akan dikupas tuntas oleh narasumber yang berpengalaman di bidang tersebut. Beliau adalah seorang Direktur dan Marketing penerbit ANDI. Siapa lagi kalau bukan Bapak Agus Subardana S. E., M. M yang lebih akrab dipanggil bapak Agus. Bapak Agus merupakan lulusan S1 dan S2 Manajemen Pemasaran. Beliau pernah menjadi Dosen Tidak Tetap selama 4 Th di STIE Wiyata Mandala Jakarta dan selama 18 tahun 2 bulan berkecimpung dalam dunia penerbitan, bukti keprofesionalan beliau. Waow.
Meminta buah apel dan pisang banana
Untuk hadirin Bpk Ibu guru yang hebat
Salam hormat dari saya Agust Subardana
Bapak Agus memperkenalkan diri dengan sebuah pantun. Mantap. Selanjutnya, yuk simak pemaparan Bapak Agus mengenai Marketing/Pemasaran Buku berikut ini!
Buku merupakan salah satu sumber ilmu pengetahuan dan sarana utama bagi proses pembelajaran serta sarana penyampaian informasi. Sejak usia dini, anak–anak telah diperkenalkan pada buku dan diajarkan untuk membaca beraneka ragam terbitan buku.
Dalam rangka mempersiapkan generasi muda yang cerdas dengan minat baca yang tinggi khususnya anak-anak, pemerintah mendorong kegiatan membaca sebagai wujud dukungan dan tindakan nyata dalam membangun budaya membaca sejak dini. Dukungan pemerintah terhadap budaya membaca buku dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap buku, menciptakan peluang usaha bagi pengusaha yang bergerak di bidang penerbitan buku.
Untuk mempertahankan Industri Penerbitan Buku, supaya tetap terus hidup dan dapat mencapai hasil penjualan buku yang maksimal maka diperlukan strategi pemasaran. Strategi Pemasaran biasanya dipakai oleh hampir semua wirausaha atau intreprenuer yang menjalankan bisnis. Untuk buku, strategi pemasaran/ penjualannya sangat dipengaruhi oleh banyak aspek dan unik, tergantung pada jenis buku yang diterbitkan. Jenis–jenis buku yang di terbitkan dikelompokan menjadi kategori buku. Contohnya, Penerbit ANDI Offset menerbitk 32 katagori, yaitu antara lain kategori buku anak, buku bisnis, buku pertanian, buku fiksi, novel, buku pengembangan diri, buku teks, dll. Dari jenis–jenis kategori tersebut, dilakukan pemetaan berdasarkan segmentasi jenis kategori buku yang diterbitkan.
Pada umumnya kegiatan pemasaran buku berkaitan dengan berkoordinasi dengan beberapa kegiatan bisnis. Sehingga strategi pemasaran pada umumnya di pengaruhi oleh faktor yang meliputi :
- Faktor mikro, yaitu perantara, pemasok, pesaing dan masyarakat.
- Faktor makro, yaitu demografi-ekonomi, politik-hukum, teknologi-fisik dan sosial-budaya.
Saat ini, bisnis penerbitan buku yang dijalankan Penerbit ANDI masuk dalam kedua faktor, yaitu faktor mikro dan makro. Hal ini dikarenakan Penerbit ANDI Offset termasuk Industri penerbitan buku dengan usia yang sudah mencapai 43 tahun dan telah menerbitkan buku lebih dari 20.000 judul buku, yang dikelompokkan menjadi 32 katagori.
Adapun strategi pemasaran buku dipetakan menjadi dua strategi pemasaran yaitu:
A. Strategi Pemasaran Buku Serangan Udara (Online )
Saat pandemi Covid 19 melanda dunia, mau tidak mau dunia bisnis harus mengikuti perkembangan era digital seperti sekarang ini. Bisnis tidak akan bisa survive jika tidak mengikuti kemajuan zaman dan juga keinginan customer. Zaman dulu pengiklanan dilakukan dengan brosur dan baliho besar, tapi tidak dengan sekarang. Sekarang ini, cara mengiklan ataupun kampanye jauh lebih mudah karena internet membawa perkembangan signifikan bagi kehidupan kita.
Pemasaran secara online atau dikenal dengan istilah digital marketing adalah merupakan teknik pemasaran terkini, yaitu sebuah teknik memasarkan produk atau jasa dengan mengandalkan media online atau internet.
Jenis-jenis digital marketing yang terapkan, khususnya oleh Penerbit ANDI antara lain:
- Content marketing adalah salah satu jenis digital marketing yang berfokus pada pembuatan dan pendistribusian konten untuk target pasar tertentu. Tujuannya adalah untuk menarik aksi menguntungkan dari calon pembeli potensial. Ada banyak pilihan content marketing mulai dari blog, podcast, infografik, dan lainnya.
- Search Engine Optimization (SEO). SEO bisa menjadi strategi menarik pengguna internet untuk mengunjungi website Penerbit Andi Offset (andipublisher.com) dan kemudian membeli produk yang kita tawarkan.
- Search Engine Marketing (SEM), merupakan upaya untuk mengoptimasi website di mesin pencari, Search Engine Marketing (SEM) merupakan strategi pemasaran digital yang bertujuan meningkatkan visibilitas website di hasil pencarian mesin pencari atau yang dikenal dengan istilah SERP.
- Social media marketing, memanfaatkan berbagai platform media sosial untuk promosi dan pemasaran suatu brand. Kita bisa menerapkan social media marketing di beberapa platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Tiktok dan lainnya.
- Email Marketing. strategi marketing yang satu ini menggunakan media email untuk bisa menjangkau lebih banyak pelanggan.
- Instant messaging marketing, menjadi pertimbangan saat hendak melakukan promosi dan pemasaran produk secara online. Ini merupakan tren komunikasi masa kini, di mana kami bisa memanfaatkan penggunaan Whatsapp, Facebook Messenger, WeChat, dan platform messenger lainnya.
- Influencer Marketing. Kehadiran influencer membawa pengaruh besar pada para fans dan pengikutnya. Orang-orang akan lebih tertarik menggunakan barang yang digunakan atau ditawarkan oleh seorang influencer.
- Video marketing, untuk melengkapi strategi pemasaran digital yang sedang dijalankan. Video menjadi salah satu media yang bisa kami gunakan untuk tujuan promosi dan pemasaran.
- Chanel TV Youtube. Penerbit Andi Offset mempunyai Chanel TV Youtube yaitu TV. ANDI AKADEMI. Pemasaran melalui channel Youtube juga dinilai sangat efektif karena orang-orang menghabiskan waktu yang lumayan lama di depan hp. Saat ini bahkan kita bisa menonton acara secara online melalui layanan live streaming.
Kadang-kadang supaya lebih menarik, salah satu metode promosi online yang sering dilakukan oleh pedagang adalah dengan membuat pantun. Pantun sebagai sarana promosi penjualan online sangat ampuh menarik calon konsumen, khususnya anak muda. Apalagi, hampir semua orang saat ini sudah sangat fasih menggunakan media sosial sehingga pemasarannya jauh lebih mudah. Contoh pantun penjualan melalui media sosial adalah:
Di kali banyak buaya
Janganlah ragu ataupun bimbang
Toko online ini bisa dipercaya
Jangan lupa datang ke pantai Dewata
Ayo beli di toko online kami
Barangnya cuma setengah harga
Beberapa alasan mengapa penjualan buku lewat Online harus proaktif melakukan promosi adalah:
- Menyebarkan informasi produk secara masif kepada target pasar potensial
- Mendapatkan konsumen baru dan mempertahankan konsumen yang sudah sehingga kesetiaan konsumen terjaga.
- Menjaga kesetabilan penjualan saat kondisi pasar lagi lesu
- Menaikkan penjualan dan profit
- Membandingkan dan keunggulan produk dibandingkan dengan pesaing
- Membentuk citra produk dibenak mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan
- Mengubah tingkah laku , persepsi dan pendapat konsumen
Pemasaran Buku Lewat Komunitas
Kita tentunya punya komunitas masing–masing sesuai dengan kapasitas kita untuk membentuk komunitas dan relasi, maka gunakanlah jaringan komunitas kita untuk sarana promosi dan penjualan buku. Penjualan lewat komunitas akan lebih efektif dan efisien sehingga tingkat keberhasilan nya lebih tinggi. Kuncinya kita harus proaktif komunikasi dan interaksi dengan komunitas serta dapat menjaga integritas pribadi kita. Beberapa contoh komunitas antara lain: Komunitas Arisan, Komunitas Guru, Pelajar, Mahasiswa dll
B. Strategi Pemasaran Buku Serangan Darat (Offline)
Untuk menguasai seluruh wilayah nusantara dalam penetrasi pasar buku, kita harus melakukan pemetaan wilayah dengan membuka cabang tiap kota besar yang potensi pasarnya sangat baik. Penerbit ANDI telah mempunya 43 cabang di kota dari Aceh s.d Papua, dengan menempatkan tenaga pemasaran di tiap kantor cabang tersebut.
Strategi pemasaran buku serangan darat ini kita kelompokkan berdasarkan target pasar yang kita tuju, antara lain :
1. Toko Buku
Penerbit Buku yang mampu memproduksi sendiri dan mempunyai mesin percetakan sendiri , sebagian besar sebagai pemasok Toko buku di Indonesia. Untuk bisa masuk dan sebagai pemasok rutin di toko buku maka kita perlu pemetaan jenis toko buku. Toko buku ini kita petakan menjadi tiga jenis yaitu Toko Buku Modern, Toko Buku Semi Modern, dan Toko Buku Tradisional.
Kenapa kita perlu petakan jenis toko buku tersebu?Hal ini dikarenakan tiap jenis toko buku mempunyai sistem administrasi dan tempat yang berbeda.
Contoh toko buku modern yaitu Gramedia Books Store, Gunung Agung Books Store dan TogaMas Books Store. Toko modern ini mempunyai sistem transaksi mengikuti perkembangan teknologi yang dapat dikendalikan dengan sistem centralisasi dan sebagainya.
Adappun toko buku semi modern biasanya masih dikendalikan dan mengunakan sistem administasi penjualan per toko. Sedangakan Toko Tradisional biasanya sistem transaksinya masih manual.
Untuk itu saluran toko buku tersebut di atas masih dijadikan jalur distribusi oleh para Penerbit buku dengan sistem titip jual/ konsinyasi, kecuali toko buku tradisional diberlakukan kredit dan jual putus.
Strategi Promosi di toko buku Modern ada berbagai macam cara yang perlu kita lakukan, antara lain :
- Menguasai display buku , supaya tampilan buku dapat terlihat dan menonjol .
- Mengadakan promosi di internal toko dengan memasang produk di Neon Box, X Banner
- Mengadakan beda uku , talkshow dan potongan Harga pada buku tertentu atau periode tertentu.
- Mengadakan event tematik sesuai moment bulan berjalan (program Ramadhan, Program TAB, Program TAM , dll )
- Dan masih banyak lagi program promosi di toko buku modern yang dapat kita lakukan , kuncinya kita proaktif komunikasi dengan pihak internal toko buku modern tersebut.
2. Direct Selling / Kunjungan Langsung
Pemasaran Buku melalui direct selling ini kita petakan berdasarkan jenis katagori buku yang kita terbitkan . Jenis Katagori buku penjualan lewat Directselling ini kita bagi menjadi beberapa target pasar yaitu :
- Buku Pendidikan (Buku mata pelajaran Utama dan buku pendamping untuk jenjang TK, SD,p SMP, SMA, SMK).
- Buku Teks Perguruan Tinggi untuk semua mata kuliah.
- Buku Referensi untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA-SMK , Perguruan Tinggi dan umum
Dengan pemetaan jenis katagori tersebut diatas maka dilakukan terobosan pemasaran dengan menempatkan tenaga penjual (sales). Tenaga penjual/sales tersebut diberi tanggungjawab target sesuai maping areanya masing–masing yang bertugas melakukan:
- Kunjungan langsung ke tiap sekolah
- Kunjungan langsung ke setiap kampus
- Kunjungan langsung ke setiap perpustakaan sekolah, perpus kampus, perpustaan daerah dll.
3. Melakukan Event – Event
Aktif dalam melakukan event–event seperti event pameran buku, seminar, workshop, tryout dan sebagainya.
Nah, sahabat Periang, sebagaimana sudah kita ketahui, ada bermacam-macam tujuan orang menulis. Ada yang menulis untuk menyalurkan hobi, ada yang menulis karena ingin berbagi ide/gagasan dan kebermanfaatan dan ada juga yang memang menjadikan menulis sebagai profesi. Terlepas dari berbagai alasan tersebut, jika memang menulis bisa mendatangkan cuan, pastinya gak nolak dong ya.. hehe. So, dong ayo pasarkan bukumu dengan trik marketing jitu! Biar cuan.

Cuannya buat tiket bu..🤟
BalasHapusPanjaaang resumex👍
maunya sih gitu
HapusMantab...
BalasHapusPaket komplit👍