Guru Blogger vs Hegemoni sang Gubernur
Gelombang : 28
Bismillahirrohmanirrohim. Assalamualaikum Warahmatullohi Wabarakatuh.
Salam sehat dan bahagia sahabat Periang (Pembelajar Riang).
Melintasi samudera, singgah di dermaga
Jangan pernah merasa jemu
Menimba ilmu di KBMN, semangat tetap dijaga
Yach, tidak terasa kelas belajar di KBMN PGRI sudah memasuki pertemuan ke 5. Manusiawi jika kadang jemu pada suatu rutinitas, tapi menemani saya belajar di KBMN, sahabat Periang tetap semangat, kan?
Kelas belajar malam ini dimoderatori oleh Ibu cantik Purbaniasita S.Pd dan narasumber Bapak Dail Ma'ruf, M.Pd. Yups, narasumber yang satu ini memang tidak asing, sudah populer dari awal pertemuan KBMN. Beliau aktif memberikan komentar di WAG KBMN PGRI dan dijuluki F1 saking gaskeun-nya menerbitkan buku. Penasaran dengan profil narasumber kita kali ini? Intip blognya, yuk! http://dailalser.blogspot.com/
Pertemuan malam ini mengangkat tema "Blog sebagai Media Pembelajaran". Membaca temanya, langsung membuat saya teringat masa-masa mengikuti Pendidikan Guru Penggerak (PGP). Di salah satu modul PGP, kami mengkaji filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara (KHD) yang salah satunya berkaitan erat dengan tema pertemuan kali ini.
"Dalam melakukan pembaharuan yang terpadu hendaknya selalu diingat bahwa segala kepentingan anak-anak didik baik yang berkaitan dengan kehidupan dirinya maupun kehidupan kemasyarakatannya harus berdasarkan pada kodrat alam dan kodrat zaman" - Ki Hadjar Dewantara
Terkait kodrat zaman, saat ini kita berada di era digital, yang ditandai dengan semakin massifnya perkembangan dan penggunaan teknologi informasi digital, mulai dari maraknya media sosial, menjamurnya e-commerce atau belanja online sampai trennya cryptocurrency atau uang digital. Melalui teknologi informasi, siswa dapat memperoleh informasi tentang apapun, dimanapun dan kapanpun, tentunya selama terhubung jaringan internet.
Nah, sebagai seorang guru yang berupaya meresapi filosofi pendidikan KHD, maka sudah selayaknya kita mengadopsi tekhnik, metode dan media pembelajaran yang sesuai tuntutan zaman. Dengan kata lain, jadilah guru merangkul zaman*). Jangan mau kalah dengan siswa, masa iya siswa sudah sampai ke bulan, gurunya baru bisa bikin terang bulan.. hehe.
Untuk lebih jelasnya mengenai blog, yuk kita simak pemaparan Bapak Dail Ma'ruf berikut ini.
Apa itu blog?
Lantas, apa saja jenis-jenis blog yang pernah ada?
- Blog pendidikan, biasanya ditulis oleh pelajar atau guru
- Blog sastra, lebih dikenal sebagai litblog (literary blog), berisi masalah yang berkaitan dengan dunia sastra.
- Blog pribadi, disebut juga buku harian online yang berisikan tentang pengalaman keseharian seseorang, keluhan, puisi atau syair, gagasan, dan perbincangan teman
- Blog bertopik, yaitu blog yang membahas sesuatu masalah/topik tertentu, dan fokus pada bahasan tertentu.
- Blog kesehatan, lebih spesifik tentang kesehatan. Blog kesehatan kebanyakan berisi tentang keluhan pasien, berita kesehatan terbaru, keterangan-keterangan tentang kesehatan.
- Blog politik, berisi tentang berita politik, aktivis, dan semua persoalan berbasis blog (seperti kampanye)
- Blog perjalanan, fokus pada bahasan cerita perjalanan yang menceritakan keterangan-keterangan tentang perjalanan.
- Blog riset, berisi persoalan tentang akademis seperti berita riset terbaru.
- Blog hukum, berisi persoalan tentang hukum atau urusan hukum; disebut juga dengan blawgs (Blog Laws)
- Blog media, berfokus pada bahasan kebohongan atau ketidakkonsistensi media massa; biasanya hanya untuk koran atau jaringan televisi.
- Blog agama, membahas masalah yang berkaitan dengan agama.
- Blog bisnis, digunakan oleh pegawai atau wirausahawan untuk kegiatan promosi bisnis mereka.
Berikut manfaat blog, antara lain:
- Blog sebagai rumah belajar dan berbagi guru. Artinya, kreativitas dan kegemaran guru dapat disalurkan melalui blog, seperi kreativitas dalam menulis, maupun karya-karya lainnya.
- Blog dapat meringankan tugas dan beban guru dalam mengajar, Blog akan memudahkan guru karena segalanya dapat dimasukkan ke dalam blog. Misalnya, materi pelajaran, tugas siswa, informasi nilai siswa.
- Blog dapat meningkatkan minat belajar para siswa. Melalui blog, seorang guru dapat memposting suatu permasalahan atau materi pelajaran yang disusun dalam suatu bahasa yang formal tetapi lebih santai. Kemudian guru bisa mengarahkan siswa untuk blogwalking ke blog tersebut dan kegiatan belajar mengajar pun bisa menjadi lebih menyenangkan.
- Blog dapat diakses oleh siapa pun di belahan dunia. Dengan blog, guru bisa berbagi materi pelajaran tidak hanya untuk siswanya, tetapi juga setiap orang orang yang membutuhkan pemikirannya di mana pun mereka berada dengan mudah dan murah.
- Blog dapat menjadi media silaturahmi. Blog dapat dijadikan sebagai sarana untuk bertemu secara tidak langsung dan dapat menjalin komunikasi satu sama lain karena blog dapat diakses oleh siapa pun di seluruh dunia.
Namun perlu diingat, jika ingin menerapkan pembelajaran online maka sarana prasarana yang dibutuhkan untuk keberlangsungan pembelajaran online tentu harus dipersiapkan, misalnya saja jaringan internet, laptop atau HP. Di sinilah tantangan dimulai, tidak semua sekolah mampu menyediakan jaringan internet dan laptop untuk siswa. Solusinya? Siswa membawa HP dan internet mandiri, tapi kemudian ide itupun tidak bisa terlaksana karena tidak semua siswa punya fasilitas HP dan internet, dan yang lebih krusial adalah adanya larangan penggunaan HP di sekolah, sebagaimana yang tercantum dalam surat edaran Gubernur NTB tahun 2017.
Kontradiktif. Di satu sisi, guru ingin merangkul zaman dengan mengadopsi blog sebagai media pembelajaran, di sisi lain adanya peraturan gubernur yang melarang penggunaan HP di sekolah. Perlu duduk bersama antara pihak-pihak terkait untuk mencari jalan keluar atas permasalahan ini. Dan sampai tulisan ini saya buat pun, larangan membawa HP ke lingkungan sekolah masih berlaku, tapi perkembangan terakhir mulai muncul wacana-wacana untuk mengkaji ulang kebijakan tersebut. Semoga segera ditemukan solusi terbaik.

Hebaat...benturan kondsi riil yg perlu dgelisahkan👍
BalasHapusDan saya pun gelisah.. kondisi riil di sekolah. Di satu sisi anak butuh hp untuk studi literatur digital, di sisi lain eh, kok rawan disalahgunakakan, kebanyakan dipakai game dan main medsos. Penggunaan hp di sekolah perlu pemantauan ekstra.
BalasHapusKreeeen, b gru
BalasHapusTerima Kasih b guru
HapusLuar biasa tetap semangat👍💪💪
BalasHapusTetap semangat jg
Hapus